Kamis, 26 Mei 2011

SSB Transceiver*

SSB Transceiver*

Oleh :: Fany Wulandari Oktarina / 2B / 10 / 0931130060

Radio communication transceiver adalah pesawat pemancar radio sekaligus berfungsi ganda sebagai pesawat penerima radio yang digunakan untuk keperluan komunikasi. Ia terdiri atas bagian transmitter dan bagian receiver yang dirakit secara terintegrasi. Kita kenal ada dua macam cara untuk membuat SSB, cara pertama ialah dengan metoda phase shift, cara lain ialah dengan metoda filtering. Cara pertama tidak banyak digunakan dan pesawat SSB bikinan pabrik umumnya menggunakan filtering. Signal DSBSC, sebelum diperkuat dan dipancarkan, dimasukkan ke SSB filter terlebih dahulu untuk menghasilkan LSB atau USB. Filter yang digunakan untuk keperluan ini adalah filter kristal atau filter mekanik.
Keuntungan dari mode SSB ialah lebar band yang dapat lebih sempit. Untuk keperluan komunikasi, mode SSB hanya memerlukan kelebaran band sekitar 3 Kc sedangkan dengan mode DSB diperlukan sekitar 6 Kc, sehingga mode SSB memberikan penghematan penggunaan band. Selain itu pemancar SSB lebih efisien daripada AM (DSB). Pada detector suatu receiver SSB, signal yang diterima harus dicampur terlebih dahulu dengan frekuensi hasil suatu Beat Frequency Oscillator (BFO) dan sebagai BFO digunakan carrie oscillator. Apabila kita amati block diagram transmitter dan receiver, maka terlihat bahwa beberapa block digunakan oleh transmitter dan juga oleh receiver ialah Carrier Oscillator, SSB Filter dan VFO.
Komponen Penyusun Tranceiver (berdasarkan blok diagram) adalah sebagai berikut :
1. BFO
BFO ini menggunakan keramik filter SFU 455, kaki tengah dihubungkan dengan ground yang dikopel dengan kapasitor. Sedangkan kaki yang pinggir ke basis transistor. BFO menggunakan 2 transistor tipe 2SC1815. Untuk mengecek rangkaian BFO ini bisa menggunakan RF probe.
2. VFO
VFO ini menggunakan FET tipe 2SK192 dan sebagai penguat mnggunakan transistor tipe 2SC1815, selain itu juga menggunakan kapasitor kertas. Rangkaian ini harus ditutup dengan kotak logam beserta varconya. Pengaturan frekuensi VFO sama dengan rangkaian BFO, frekuensinya berkisar antara 4.100 Kc s/d 4.300 Kc jika frekuensi ini tidak tercapai maka harus mengatur jumlah lilitan dan nilai kapasitor bypass yang terhubung ke ground.
3. AF AMPLIFIER
Rangkaian AF Amplifier ini menggunakan IC LM386
4. IF DAN PRODUK DETEKTOR
Untuk merakit product detector dimulai dari keempat diode 1N60 sampai T7 trafo IF 455 sampai dengan kapasitor bypass trafo yang terhubung ke ground.
5. FILTER AMPLIFIER
Merangkai semua komponen sampai delapan keramik filternya terpasang semua. Sebagai antena, pasang beberapa meter kabel kecil dan dengarkan suara speaker sampai suara yang dihasilkan speaker terdengar jelas.
6. RX MIXER DAN RF AMPLIFIER
Sinyal VFO dimasukkan ke input mixer dengan memutar ferit berturut mulai T3 sampai T4 hingga didapat sinyal penerimaan yang kuat, atur ferit T1 dan T2 sampai diterima sinyal yang kuat dengan memperhatikan level pada S Meter.
7. MIC AMPLIFIER
Pasang IC LM741 pada rangkaian mic amplifier kemudian bicara dengan mikrofon dan dengar output dengan headphone putar potensio untuk mengatur level sampai suara yang keluar terdengar sempurna.
8. BALANCE MODULATOR
Balance modulator menggunakan IC AN612. Untuk mengecek rangkaian ini pasang probe pada output IC AN612, bila terdapat sinyal pada probe set trimpot pada IC tersebut sampai simpangan nol lalu colok dengan pinset pada input mic amplifiernya, jarum probe harus ada simpangan. Pasang beberapa kabel kecil pada radio HF sebagai antena. Output dari rangkaian balance modulator diteruskan ke rangkaian filter amplifier.
9. TX MIXER
Rangkaian ini menggunakan IC TA7310 dan amplifiernya menggunakan transistor 2SC1815. Pasang output VFO dan Out put Balance Modulator pada input IC TA7310.