Minggu, 29 Mei 2011

SINGLE SIDE BAND TRANMITTER-RECEIVER

SEPTIAN NURYANTO
2B TT D3 - 0931130034

2B - 04 / 0931130032

SSB TRENSCEIVER

Karakteristik Transceiver
Range Frekuensi : 3.700 Kc a/d 3.900 Kc
Mode : LSB Single Conversi
IF : 455 Kc (Keramik Filter tipe SFU 455)
Local Oscilator : VFO dengan Fine Tuning diode varactor
Bfo : Ceramic Filter SFU 455
RF PA : Power FET IRF640, IRF540, IRFZ44
DC : 13.8 V
RF Power : Lebih dari 8Watt

Transceiver terdiri dari 3 bagian, yaitu :
• Bagian Vfo dan Bfo
• Bagian Transmitter (pemancar)
• Bagian Receiver (penerima)

Untuk merakit transceiver diperlukan Multi tester, RF Probe, SWR dan
Power Meter, 1Kc Af Tone Generator dan Radio HF SSB multi Band.

Komponen Penyusun Tranceiver (berdasarkan blok diagram)

1. BFO
BFO ini menggunakan keramik filter SFU 455, kaki tengah dihubungkan
dengan ground yang dikopel dengan kapasitor. Sedangkan kaki yang
pinggir ke basis transistor. BFO menggunakan 2 transistor tipe
2SC1815. Untuk mengecek rangkaian BFO ini bisa menggunakan RF probe.

2. VFO
VFO ini menggunakan FET tipe 2SK192 dan sebagai penguat mnggunakan
transistor tipe 2SC1815, selain itu juga menggunakan kapasitor kertas.
Rangkaian ini harus ditutup dengan kotak logam beserta varconya.
Pengaturan frekuensi VFO sama dengan rangkaian BFO, frekuensinya
berkisar antara 4.100 Kc s/d 4.300 Kc jika frekuensi ini tidak
tercapai maka harus mengatur jumlah lilitan dan nilai kapasitor bypass
yang terhubung ke ground.

3. AF AMPLIFIER
Rangkaian AF Amplifier ini menggunakan IC LM386

4. IF DAN PRODUK DETEKTOR
Untuk merakit product detector dimulai dari keempat diode 1N60 sampai
T7 trafo IF 455 sampai dengan kapasitor bypass trafo yang terhubung ke
ground.

5. FILTER AMPLIFIER
merangkai semua komponen sampai delapan keramik filternya terpasang
semua. Sebagai antena, pasang beberapa meter kabel kecil dan dengarkan
suara speaker sampai suara yang dihasilkan speaker terdengar jelas.

6. RX MIXER DAN RF AMPLIFIER
Sinyal VFO dimasukkan ke input mixer dengan memutar ferit berturut
mulai T3 sampai T4 hingga didapat sinyal penerimaan yang kuat, atur
ferit T1 dan T2 sampai diterima sinyal yang kuat dengan memperhatikan
level pada S Meter.

7. MIC AMPLIFIER
pasang IC LM741 pada rangkaian mic amplifier kemudian bicara dengan
mikrofon dan dengar output dengan headphone putar potensio untuk
mengatur level sampai suara yang keluar terdengar sempurna.

8. BALANCE MODULATOR
Balance modulator menggunakan IC AN612. Untuk mengecek rangkaian ini
pasang probe pada output IC AN612, bila terdapat sinyal pada probe
set trimpot pada IC tersebut sampai simpangan nol lalu colok dengan
pinset pada input mic amplifiernya, jarum probe harus ada simpangan.
Pasang beberapa kabel kecil pada radio HF sebagai antena. Output dari
rangkaian balance modulator diteruskan ke rangkaian filter amplifier.

9. TX MIXER
Rangkaian ini menggunakan IC TA7310 dan amplifiernya menggunakan
transistor 2SC1815. Pasang output VFO dan Out put Balance Modulator
pada input IC TA7310.

Prinsip-prinsip perangkat SSB TRANSCEIVER yang baik dan tentu saja
mengutamakan komponen-komponen yang banyak tersedia di pasaran
Indonesia :
1. Perangkat harus berkemampuan baik (sensitifitas, selektifitas,
dan Low Noise)
2. Perangkat harus mudah dimodifikasi (terutama untuk bandband
amatir),dengan sesedikit mungkin mengubah layout dan komponen
3. Menggunakan komponen yang cukup murah dan mudah dicari
4. Cukup menggunakan catudaya seaadanya (low power)

Cara kerja rangkaian :
Sistem dari Homebrew Dua Band Transceiver ini sebenarnya adalah kerja
Pengurangan dari Frekwensi oscillator dengan frekwensi kerja dari
Exciter yang pengerjaannya dilaksanakan pada bagian RF Unit dalam hal
ini dikerjakan oleh bagian Diode Balance Modulator lihat rangkaian 4x
diode 1N4148 dan dikuatkan oleh bagian Penguat RF Amplifier. Disini
Exciter kita kerjakan pada frekwensi antara 3.250 Kc s/d 3.450 Kc
dengan Mod USB yang berfungsi IF.Kenapa kita pakai Mode USB karena
hasil penguran dari frekwensi oscillator di bagian RF Unit nanti akan
bekerja pada Mode LSB yang mana pada Band 80M dan 40M Band pada
umumnya adalah bekerja dengan Mode LSB. Unit rangkaian ini terdiri
dari pada penggabungan beberapa unit yang mana kita gabungkan yang
akhirnya menjadi frekwensi lain dari exciternya. Untuk lebih jelasnya
bias dilihat blok diagram .

Unit unit tersebut antara lain:
1. Bagian Exciter bekerja pada Frekwensi antara 3.250 Kc s/d 3.450 Kc.
2. Bagian RF Unit Oscilator Kristal bekerja pada Frekwnsi
Pada 80 M Band Oscilator Kristal adalah 7.200 Kc
Pada 40 M Band Oscilator Kristal adalah 10.400 Kc
3. Bagian RF PA

BAGIAN EXCITER.
Unit ini tidak berbeda jauh dari dari rangkaian 80M QRP SSB
Transceiver dari skema terdahulu bedanya terletak pada frek. VFO nya
dan rangkaian band pas filter di bagian TX atau RX nya ( T1,T2, T3,
T4, T11 dan T12 dan Capasitor resonansinya ) untuk rangkaian BFO nya
kita adjust sampai didapatkan Mode LSB pada hasil out put di RF Unit
dengar mengatur capasitor trimernya dan mengganti ganti keramik filter
di rangkaian BFO dan mtrim ferit pada bagian filetr unit ferit T8
hanya bagian AF nya kita pergunakan IC LM380. Kerjakan bagian Unit ini
dan adjust sampai didapatkan hasil yang kita inginkan sebelum
melangkah ke bagian RF Unit

BAGIAN RF UNIT.
Unit ini terdiri dari Oscilator kristal untuk masing masing Band, BPF
untuk masing masing Band Mikser amplifier dan Penguat RF baik TX atau
RX. Balance Modulator terdiri dari penggabungan 4 buah diode 1N4148
dengan T1 dan T2. Oscilator kristal untuk masing masing Band
transistor yang dipergunakan 2SC1518 baik untuk oscillator atau
penguat ascilatornya. Sistim swiching penggantian Band dengan
mempergunakan Diode juga mempergunakan 1N4148. Adjusment juga tidak
berbeda jauh dari RF Unit baik TX atu RX nya

BAGIAN RF PA.
Bagian ini juga tidak begitu berbeda dengan Adjusment Homebrew
transceiver 80m band biasanya, hanya bedanya kita kerjakan pada Dua
Band dengan tambahan relay
Band Switch dan Low Pass Filter tiap Bandnya. Dalam perakitan
rangkaian ini yang perlu diperhatikan adalah pembuatan koker koker
untuk Band
Pass Filter ataupun Low Pass Filter, juga diperhatikan sistim
pembagian tegangan baik yang melalui Diode ataupun yang lewat Relay
juga sistim Band Switchnya. Rakian ini tidak hanya dapat dikerjakan
hanya di band 80M dan 40M saja tetapi bisa ditambahkan beberapa Band
lagi hanya menambah Oscilator kristal, Band Pass
Filter, Low Pass Filter, merubah sistim switching Relay pada Low Pass
Filter karena jika lebih dari dua Band setiap Band dibutuhkan 2 buah
Relay dan juga mennganti rangkaian Linear Amplifiernya dengan tipe
Broad Band Linear Amplifier Transistor missal 2 X 2SC1969 atau yang
lainnya.

Kita kenal ada dua macam cara untuk membuat SSB, cara pertama ialah
dengan metoda phase shift, cara lain ialah dengan metoda filtering.
Cara pertama tidak banyak digunakan dan pesawat SSB bikinan pabrik
umumnya menggunakan filtering. Signal DSBSC, sebelum diperkuat dan
dipancarkan, dimasukkan ke SSB filter terlebih dahulu untuk
menghasilkan LSB atau USB. Filter yang digunakan untuk keperluan ini
adalah filter kristal atau filter mekanik.

Pemancar SSB dikatakan lebih efisien daripada AM (DSB), ini dapat kita
berikan gambaran sebagai berikut. Misalnya pemancar AM (DSB) dengan
power 150 Watt (kedalaman modulasi 100%), maka power pada USB dan LSB
masing­-masing 25 Watt dan carrier mempunyai power 100 Watt. Kita tahu
bahwa audio kita berada pada side band tersebut. Pada pancaran SSB,
yang dipancarkan hanya salah satu side band ialah LSB atau USB yang
powernya hanya 25 Watt. Dengan pancaran SSB 25 Watt tersebut, audio
kita sudah dapat sampai pada tujuan dengan kejelasan informasi yang
sama dengan pancaran AM (DSB) 150 Watt tadi.

Keuntungan lain dari mode SSB ialah lebar band yang dapat lebih
sempit. Untuk keperluan komunikasi, mode SSB hanya memerlukan
kelebaran band sekitar 3 Kc sedangkan dengan mode DSB diperlukan
sekitar 6 Kc, sehingga mode SSB memberikan penghematan penggunaan
band.

Pada detector suatu receiver SSB, signal yang diterima harus dicampur
terlebih dahulu dengan frekuensi hasil suatu Beat Frequency Oscillator
(BFO) dan sebagai BFO digunakan carrie oscillator. Apabila kita amati
block diagram transmitter dan receiver, maka terlihat bahwa beberapa
block digunakan oleh transmitter dan juga oleh receiver ialah Carrier
Oscillator, SSB Filter dan VFO.