Minggu, 10 April 2011

Osilator Hartley

Anisa Kartika Gita Perdana / 2B-04 / 0931130032

Osilator Hartley seperti pada gambar diatas merupakan jenis osilator
yang banyak digunakan pada rangkaian penerima radio AM dan FM.
Frekuensi resonansi ditentukan oleh harga T1 dan C1=100pF, karena
besar dari T1 yang tidak tercantum pada gmbar diatas maka nilai dari
frekuensi resonansi osilator Hartley tersebut tidak dapat diketahui
secara pasti.

Dipilih nilai Kapasitor C1=100pF dikarenakan nilai ini dianggap bisa
menghasilkan osilasi maksimal dengan nilai T1 yang disesuaikan.

Kapasitor C2 sebesar 47 pF berfungsi sebagai penggandeng
AC dari hasil rangkaian kumparan osilator T1 dan capasitor C1 ke basis
transistor Q1 2N3397 . digunakan transistor 2N3397 ini karena
frekuensi maksimal yang dapat diterima transistor NPN ini adalah
160Mhz dan merupakan salah satu jenis transistor low noise selain itu
transistor ini mudah didapat di pasaran.

Tegangan panjar Transistor 2N3397diberikan oleh resistor R2=47kΩ dan
R1=390Ω . nilai R1 dibuat 47KΩ dikarenakan menyesuaikan tegangan basis
sebesar 0,7V sedangkan inputan rangkaian sebesar 9 V sehingga
dibutuhkan resistor tersebut untuk membagi tegangan inputan tersebut
sedangkan fungsi dari R2 adalah untuk penyeimbang C3 agar kelebihan
tegangan bisa disalurkan langsung ke ground.

Kapasitor C4 sebesar 0,01pF merupakan capasitor sebagai penghubung
variasi tegangan kolektor dengan bagian bawah T1 nilai capasitor ini
dipilih agak kecil dikarenakan nantinya kapasitor ini diharapkan bisa
membantu kerja inductor L1 menahan tegangan AC. Kumparan penarik RF (
L1 ) berfungsi menahan tegangan AC hasilresonansi agar tidak ke

pencatu daya sebesar 9V. karena L1 juga berfungsi sebagai beban
rangkaian dan sebagai penahan arus AC tersebut maka nilainya dibuat
sesuai dengan besarnya tegangan AC dan impedansi yang dibutuhkan
rangkaian.

Pada Saat daya DC diberikan pada rangkaian, arus mengalir
dari bagian negatif dari

sumber lewat R1 Menuju ke emitor dari transistor 2N339. Kolektor dan
basis keduanya dihubungkan ke bagian positif dari Vcc sebesar 9v .
Ini akan memberikan tegangan panjar maju pada emitor-basis dan
tegangan panjar mundur pada kolektor. Pada awalnya E I , B I dan C I
mengalir lewat Q1 . Dengan Ic mengalir lewat L1 , tegangan kolektor
mengalami penurunan. Tegangan ke arah negative ini diberikan pada
bagian bawah T1 oleh kapasitor C4 . Ini mengakibatkan arus mengalir
pada kumparan bawah. Elektromagnet akan membesar di sekitar kumparan.
Hal Ini akan memotong kumparan bagian atas dan memberikan tegangan
positif mengisi kapasitor C1 . Tegangan ini juga diberikan pada 1 Q
melalui 2 C . 1 Q akhirnya sampai

pada titik jenuh dan mengakibatkan tidak terjadinya perubahan pada C V
. Medan di bagian bawah T1 akan dengan cepat habis dan mengakibatkan
terjadinya perubahan polaritas tegangan pada bagian atas. Keping 1 C
bagian atas sekarang menjadi negatif sedangkan bagian bawah menjadi
positif. Muatan C1 yang telah terakumulasi akan mulai dihilangkan
melalui T1 melalui proses rangkaian tangki. Tegangan negatif pada
bagian atas C1 menyebabkan Transistor Q1 berubah ke negatif menuju
cutoff. Selanjutnya ini akan mengakibatkan Vc membesar dengan cepat.
Tegangan ke arah positif kemudian ditransfer ke bagian bawah T1 oleh
C4 , memberikan balikan. Tegangan ini akan tertambahkan pada tegangan
C1 . Perubahan pada C V beragsur-angsur berhenti, dan tidak ada
tegangan yang dibalikkan melalui C4 . C1 telah sepenuhnya terlucuti.
Medan magnet di bagian bawah L1 kemudian menghilang. C1 kemudian
termuati lagi, dengan bagian bawah berpolaritas positif dan bagian
atas negatif. Q1 kemudian berkonduksi lagi. Proses ini akan

berulang terus. Rangkaian tangki menghasilkan gelombang kontinu dimana
hilangnya isi tangki dipenuhi lagi melalui tegangan balikan.