Minggu, 04 Juli 2010

ANALISA RANGKAIAN OSILATOR HARTLEY

HENRY GUSTAV IKHSAN
0831130034
IID-12-TT

Hasil analisa rangkaian oleh : HENRY GUSTAV IKHSAN ( IID/12/TT )

 

ANALISA RANGKAIAN OSILATOR HARTLEY

Osilator Hartley seperti pada gambar 1 banyak digunakan pada  rangkaian penerima radio AM dan FM.   Frekuensi  resonansi ditentukan oleh harga  T1  dan  C1 .  C2   memiliki fungsi  sebagai  penggandeng AC  ke  basis Q1 .  Kapasitor C4  sebagai penggandeng variasi tegangan kolektor dengan  bagian  bawah T1 .    Kumparan  penarik  RF  (L1 )  berfungsi untuk menahan  teangan AC  agar  tidak ke pencatu daya.  L1   juga  berfungsi  sebagai  beban  rangkaian. Q1  adalah dari  tipe n-p-n dengan konfigurasi emitor bersama. Saat daya DC diberikan pada  rangkaian, arus mengalir dari bagian negatif dari sumber  lewat R1  ke  emitor.   Kolektor  dan  basis  keduanya  dihubungkan  ke  bagian positif  dari Vcc Ini  akan  memberikan  panjar  maju pada  emitor-basis  dan  panjar mundur pada kolektor. Pada awalnya  IE ,  IB  dan I  mengalir  lewat Q1 .  Dengan  C I  mengalir lewat L1 , tegangan kolektor mengalami penurunan.  Tegangan ke arah negatif ini  diberikan  pada  bagian  bawah T1   oleh  kapasitor C4 .   Ini  mengakibatkan  arus mengalir pada kumparan bawah.  Elektromagnet akan membesar di  sekitar kumparan.  Ini  akan memotong kumparan bagian  atas  dan memberikan  tegangan  positif mengisi kapasitor C1 .  Tegangan  ini juga diberikan pada Q1  melalui C2 . Q1  akhirnya sampai pada  titik  jenuh  dan mengakibatkan  tidak  terjadinya  perubahan  pada  Vc .  Medan  di bagian bawah T1   akan  dengan  cepat  habis  dan  mengakibatkan  terjadinya  perubahan polaritas  tegangan pada bagian atas.  Keping C1  bagian atas sekarang menjadi negatif sedangkan bagian bawah menjadi positif.   Muatan C1   yang  telah  terakumulasi  akan  mulai  dilucuti  melalui T1   melalui proses  rangkaian  tangki.   Tegangan negatif  pada  bagian  atas C1   menyebabkan Q1  berubah ke negatif menuju cutoff.  Selanjutnya  ini akan mengakibatkan tegangan Vc  membesar dengan cepat.  Tegangan yang menuju ke arah positif kemudian ditransfer ke bagian bawah dari T1  oleh C4 ,  dan memberikan balikan.   Tegangan  ini  akan  ditambahkan  pada  tegangan C1. Perubahan pada  Vc  berangsur-angsur berhenti, dan  tidak ada  tegangan yang dibalikkan melalui C4. Medan  magnet  di  bagian bawah L1  kemudian hilang. C1  kemudian  dimuati lagi, dengan bagian bawah berpolaritas positif  dan bagian  atas  negatif. Q1  kemudian berkonduksi  lagi.   Proses  ini  akan berulang  terus.  Rangkaian  tangki menghasilkan gelombang kontinu dimana hilangnya isi tangki dipenuhi lagi melalui balikan.